A.
Peranan Orang tua dalam pendidikan
Ditinjau dari sisi psikologi, kebutuhan anak bukan
hanya sebatas kebutuhan materi semata, anak juga membutuhkan kasih sayang dan
perhatian dari orang terdekatnya, khususnya orangtua. Realitanya, banyak anak
yang kurang mendapatkan kebutuhan afeksi (kasih sayang), disebabkan orangtua sibuk
mencari uang demi untuk memperbaiki perekonomian keluarga.perbedaan persepsi
inilah yang terkadang membuat dilema dalam hubungan antara orangtua dan anak
menjadi semakin lemah.
Perhatian
dan kasih sayang merupakan kebutuhan mendasar bagi anak. Lingkungan rumah
disamping berfungsi sebagai tempat berlindung, juga berfungsi sebagai tempat
untuk memenuhi kebutuhan hidup seseorang, seperti kebutuhan bergaul, kebutuhan
rasa aman, kebutuhan mengaktualisasika diri, dan sebagai wahana untuk mengasuh
anak hingga dewasa. Dengan kata lain, lingkungan keluarga memiliki andil besar
daladm perkembangan psikologi anak.
Kedekatan hubungan antara orangtua dengan anak
tentu saja akan berpengaruh secara emosional. Anak akan merasa dibutuhkan dan
berharga dalam keluarga, apabila orangtua memberikan perhatiannya kepada anak.
Anak akan mengganggap bahwa keluarga merupakan bagian dari dirinya yang sangat
dibutuhkan dalam segala hal. Sebaliknya, hubungan yang kurang harmonis antara
orangtua dan anakakan berdampak buruk terhadap perkembangan anak. Tidak jarang
anak terjerumus ke hal-hal negatif dengan alasan orangtua kurang memberikan
perhatian kpada anak.
Dari
fenomena ini, kita dapat melihat bahwa peran orangtua sangat dibutuhkan dalam
perkembangan psikologi anak. Perhatian dan kedekatan orangtua sangat
mempengaruhi keberhasilan anak dalam mencapai apa yang diinginkan. Orangtua
merupakan pemberi motivasi terbesar bagi anak, sehingga diharapkan orangtua
dapat memberikan perhatian dan kasih sayang sepenuhnya kepada anak. Kedekatan
antara orangtua dan anak memiliki makna dan peran yang sangat penting dalam
setiap aspek kehidupan keluarga. Oleh karena itu, kualitas dan kuantitas
pertemuan antar anggota keluarga perlu ditingkatkan dengan tujuan untuk
membangun keutuhan hubungan orangtua dan anak.
Orang tua tentu ingin
anak-anak mereka berhasil di sekolah, tetapi kadang banyak orang tua yang masih
menganggap remeh akan peranannya terhadap keberhasilan pendidikan anak-anaknya
di sekolah. Di sekolah sebagaimana dalam kehidupan sehari-hari, dukungan yang
konsisten dari orang tua sangat penting untuk mempertahankan kepercayaan diri
siswa dan keinginan berprestasi. Orang tua memainkan empat peran yang berbeda
dalam pendidikan anak-anak mereka :
1.
Sebagai Pembimbing
Perkembangan anak-anak akan memerlukan dorongan dan
bimbingan orang tua. Demikian halnya dalam pendidikan di sekolah. Pembelajaran
yang sesungguhnya tidak didasarkan pada nilai-nilai mata pelajaran sekolah
semata, melainkan pada nilai anak dalam menjalani proses pendidikan di sekolah
itu sendiri. Sangat penting untuk mengambil suatu hal positif dari sebuah
kegagalan dan untuk mengajarkan seorang anak sebuah keterampilan penting
mengenai hal itu. Namun ketika mata pelajaran menjadi sandungan saat anak anda
gagal mendapatkan nilai terbaiknya, Anda bisa memintanya dengan baik-baik dan
membimbingnya untuk mengulangi mempelajarinya kembali. Hal tersebut bisa
membantu mereka untuk melihat bagaimana pentingnya untuk terus mencoba dan akan
mengajarkan mereka untuk mengakses keterampilan yang telah mereka miliki ketika
dihadapkan dengan tantangan baru atau kurang menarik.
2.
Sebagai Teman
Menghadapi berbagai mata pelajaran di sekolah
bukanlah satu-satunya hal yang menjadi perjuangan anak Anda di sekolah. Boleh
jadi mereka mengalami masalah dengan seorang guru, sekelompok teman, atau
pengganggu lain di tempat mereka bermain. Dalam situasi ini apa yang mereka
perlukan adalah seseorang yang bersedia untuk mendengar apa yang menjadi
masalah mereka – dan bahwa seseorang itu adalah Anda.
Tanpa memiliki seseorang yang mau mendengarkan
masalahnya, anak Anda akan memiliki tambahan stres dalam kehidupan mereka, yang
bisa menurunkan harga diri dan motivasi belajar mereka. Dengan mengetahui
berbagai permasalahan anak anda di sekolah, anda sendiri bisa menentukan
langkah-langkah bantuan paling tepat yang harus anda ambil, apakah bisa diatasi
anak itu sendiri ataukah memang memerlukan campur tangan anda secara langsung.
Misalnya, ketika anak anda enggan ke sekolah karena selalu mendapatkan perlakuan
kasar dari teman-temannya, boleh jadi anda perlu berbicara dengan gurunya
ataupun kepala sekolahnya untuk mendiskusikan masalah ini.
3.
Sebagai seorang Guru
Anda tidak bisa begitu saja menyerahkan semuanya
kepada guru, walaupun sudah barang tentu itu adalah tugas mereka. Karena
bagaimanapun, walaupun anak anda ditangani oleh seorang guru terbaik dan
cerdas, mereka tetap bisa mengalami kesulitan untuk mampu memenuhi kebutuhan
individual setiap anak, terlebih di kelas yang penuh sesak. Anak-anak tetap akan
memerlukan perhatian secara pribadi, jadi peran orang tualah untuk memastikan
mereka mendapatkannya.
Tetaplah untuk terlibat dengan tugas-tugas sekolah
anak Anda, pekerjaan rumahnya, ulangan hariannya, maupun kegiatan-kegiatan
lainnya di sekolah. Sisihkan waktu setiap hari untuk menawarkan bantuan.
Jalinlah hubungan komunikasi dengan gurunya secara teratur guna mengetahui
hal-hal yang terjadi di kelas. Jika Anda menemukan anak Anda membutuhkan
bantuan ekstra, aktiflah dalam mendapatkannya, atau akan lebih baik lagi jika
anda bisa melakukannya bersama-sama. Les bagi anak-anak Anda mungkin perlu
dipertimbangkan dan akan bermanfaat bagi Anda berdua.
4.
Sebagai Penegak Disiplin
Ya, kadang-kadang ini merupakan sesuatu yang sulit.
Tapi ada yang lebih besar dari sekedar disiplin. Memastikan dari awal dengan
membantu anak Anda mengatur dan menjaga jadwal, mencapai tujuan dan tugas
selesai tepat waktunya. Jangan berharap anak Anda untuk mengetahui dengan benar
bagaimana menyelesaikan sebuah tugas, atau memahami jadwal pelajaran di
sekolah. Bagaimanapun pada kali pertama Mereka mungkin tidak bisa melakukannya
dan masih melakukan kesalahan.
Bersabarlah
tetapi tetap memegang prinsip-prinsip disiplin anda hingga anak anda menangkap
dan memahaminya. Kadang-kadang Anda harus bersikap tegas, dan dengan sedikit
demi sedikit ketegasan setiap hari akan mengajarkan anak Anda akan pentingnya
keterampilan manajemen waktu. Hal tersebut bisa memberi mereka fungsi kontrol
dan dapat membantu mencegah krisis PR ataupun tugas sekolah lain yang
berkepanjangan. Mau bersikap tegas, tetapi tidak membuat sekolah atau pekerjaan
rumah tampak seperti hukuman. Ketika hal-hal yang harus dihadapi anak di
sekolah menjadi bertambah sulit, mereka akan menghormati otoritas Anda dan
melihat Anda sebagai sumber daya untuk mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan.
B. Peran
Sekolah dalam pendidikan
Sekolah
merupakan sarana yang sengaja dirancang untuk melaksanakan pendidikan , seperti
yang sudah dikemukakan bahwa karena kemajuan zaman keluarga tidak mungkin lagi
memenuhi seluruh kebutuhan dan aspirasi generasi muda terhadap ilmu pengetahuan
dan teknologi. Semakin maju masyarakat , semakin penting peranan sekolah dalam
mempersiapkan generasi muda sebelum masuk kedalam proses pembangunan masyarakat
itu. Oleh karena itu sekolah sebagai pusat pendidikan mampu melaksanakan fungsi
pendidikan secara optimal yaitu mengembangkan kemampuan meningkatkan mutu
kehidupan dan martabat bangsa Indonesia.
Adapun fungsi sekolah sebagai
lembaga pendidikan antara lain :
1.
Sekolah mempersiapkan anak untuk suatu pekerjaan
, dan diharapkan anak yang telah menyelesaikan sekolahnya dapat melakukan
sesuatu pekerjaan atau paling tidak sebagai dasar dalam mencari pekerjaan.
2.
Sekolah memberikan ketrampilan dasar
3.
Sekolah membuka kesempatan memperbaiki nasib
4.
Sekolah menyediakan tenaga pembangunan
5.
Sekolah membentuk manusia sosial
(Buku Ilmu Pendidikan,Mukhlison 2008)
(Buku Ilmu Pendidikan,Mukhlison 2008)
C. Peran Guru
dalam pendidikan
WF Connell
(1972) membedakan tujuh peran seorang guru yaitu (1) pendidik (nurturer),
(2) model, (3) pengajar dan pembimbing, (4) pelajar (learner), (5)
komunikator terhadap masyarakat setempat, (6) pekerja administrasi, serta (7)
kesetiaan terhadap lembaga.
Peran guru
sebagai pendidik (nurturer) merupakan peran-peran yang berkaitan dengan
tugas-tugas memberi bantuan dan dorongan (supporter), tugas-tugas pengawasan
dan pembinaan (supervisor) serta tugas-tugas yang berkaitan dengan
mendisiplinkan anak agar anak itu menjadi patuh terhadap aturan-aturan sekolah
dan norma hidup dalam keluarga dan masyarakat. Tugas-tugas ini berkaitan dengan
meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak untuk memperoleh
pengalaman-pengalaman lebih lanjut seperti penggunaan kesehatan jasmani, bebas
dari orang tua, dan orang dewasa yang lain, moralitas tanggungjawab
kemasyarakatan, pengetahuan dan keterampilan dasar, persiapan.untuk perkawinan
dan hidup berkeluarga, pemilihan jabatan, dan hal-hal yang bersifat personal
dan spiritual. Oleh karena itu tugas guru dapat disebut pendidik dan
pemeliharaan anak. Guru sebagai penanggung jawab pendisiplinan anak harus
mengontrol setiap aktivitas anak-anak agar tingkat laku anak tidak menyimpang
dengan norma-norma yang ada.
Peran guru
sebagai model atau contoh bagi anak. Setiap anak mengharapkan guru mereka dapat
menjadi contoh atau model baginya. Oleh karena itu tingkah laku pendidik baik
guru, orang tua atau tokoh-tokoh masyarakat harus sesuai dengan norma-norma
yang dianut oleh masyarakat, bangsa dan negara. Karena nilai nilai dasar negara
dan bangsa Indonesia adalah Pancasila, maka tingkah laku pendidik harus selalu
diresapi oleh nilai-nilai Pancasila.
Peranan guru sebagai pengajar dan
pembimbing dalam pengalaman belajar. Setiap guru harus memberikan pengetahuan,
keterampilan dan pengalaman lain di luar fungsi sekolah seperti persiapan
perkawinan dan kehidupan keluarga, hasil belajar yang berupa tingkah laku
pribadi dan spiritual dan memilih pekerjaan di masyarakat, hasil belajar yang
berkaitan dengan tanggurfg jawab sosial tingkah laku sosial anak. Kurikulum
harus berisi hal-hal tersebut di atas sehingga anak memiliki pribadi yang
sesuai dengan nilai-nilai hidup yang dianut oleh bangsa dan negaranya,
mempunyai pengetahuan dan keterampilan dasar untuk hidup dalam masyarakat dan
pengetahuan untuk mengembangkan kemampuannya lebih lanjut.
Peran guru sebagai pelajar (leamer). Seorang guru dituntut untuk selalu menambah pengetahuan dan keterampilan agar supaya pengetahuan dan keterampilan yang dirnilikinya tidak ketinggalan jaman. Pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai tidak hanya terbatas pada pengetahuan yang berkaitan dengan pengembangan tugas profesional, tetapi juga tugas kemasyarakatan maupun tugas kemanusiaan.
Peran guru sebagai pelajar (leamer). Seorang guru dituntut untuk selalu menambah pengetahuan dan keterampilan agar supaya pengetahuan dan keterampilan yang dirnilikinya tidak ketinggalan jaman. Pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai tidak hanya terbatas pada pengetahuan yang berkaitan dengan pengembangan tugas profesional, tetapi juga tugas kemasyarakatan maupun tugas kemanusiaan.
Peran guru sebagai setiawan dalam lembaga
pendidikan. Seorang guru diharapkan dapat membantu kawannya yang memerlukan
bantuan dalam mengembangkan kemampuannya. Bantuan dapat secara langsung melalui
pertemuan-pertemuan resmi maupun pertemuan insidental.
Peranan guru sebagai komunikator
pembangunan masyarakat. Seorang guru diharapkan dapat berperan aktif dalam
pembangunan di segala bidang yang sedang dilakukan. Ia dapat mengembangkan
kemampuannya pada bidang-bidang dikuasainya.
Guru sebagai administrator. Seorang guru
tidak hanya sebagai pendidik dan pengajar, tetapi juga sebagai administrator
pada bidang pendidikan dan pengajaran. Oleh karena itu seorang guru dituntut
bekerja secara administrasi teratur. Segala pelaksanaan dalam kaitannya proses
belajar mengajar perlu diadministrasikan secara baik. Sebab administrasi yang
dikerjakan seperti membuat rencana mengajar, mencatat hasil belajar dan
sebagainya merupakan dokumen yang berharga bahwa ia telah melaksanakan tugasnya
dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar